BRMP Kalimantan Barat Lakukan Sosialisasi dan Pembentukan Brigade Pangan di Kabupaten Bengkayang
BENGKAYANG – Jum'at (17/5), BRMP Kalimantan Barat yang diwakili oleh Katimker Layanan Kerja Sama dan Diseminasi Modernisasi Pertanian selaku PJ Swasembada Pangan Kabupaten Bengkayang (Agus Subekti S.P., M.P.) dan tim melaksanakan Sosialisasi dan Pembentukan Brigade Pangan Kabupaten Bengkayang dalam Rangka Peningkatan Produktivitas Pertanian mendukung Program Swasembada Pangan bertempat di dua lokasi yaitu Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bengkayang dan Monterado. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang, Kepala Desa, Koordinator Penyuluh, Babinsa, Ketua Gapoktan, PPL Kab. Bengkayang, anggota Brigade Pangan Kab. Bengkayang.
Dalam sambutannya, Anna Maria Yenni, S.P. (Kabid Penyuluhan DKPP Kab. Bengkayang) menyampaikan bahwa Brigade Pangan (BP) dibentuk di lokasi Optimasi Lahan (OPLAH) untuk meningkatkan luas pertanaman. Pada Kabupaten Bengkayang, lokasi BP tersebar di beberapa Kecamatan seperti Lumar, Ledo, dan Suti Semarang yang cukup berjauhan, sementara di Kecamatan Teriak dan Sungai Betung lebih berdekatan. Meskipun terpencar, hal ini tidak menjadi kendala, justru menjadi motivasi untuk memajukan petani milenial. Anggota BP umumnya berusia di bawah 39 tahun, namun yang berusia di atasnya tetap dapat bergabung jika adaptif pada teknologi pertanian.
Dalam hal ini, Agus Subekti, S.P., M.P. memandu langsung kegiatan Pembentukan Brigade Pangan di Kab. Bengkayang. Brigade Pangan yang terbentuk sebanyak lima, antara lain:
- BP Bataru Mandiri, Desa Tiga Berkat, Kec. Lumar
- BP Maju Bersama, Desa Bangunsari, Kec. Teriak
- BP Bukit Raya, Desa Sendoreng, Kec. Monterado
- BP Jagoser, Desa Jahandung, Kec. Monterado
- BP Ngagok Makmur, Desa Monterado, Kec. Monterado
Pembentukan BP ini diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk turut memajukan pertanian serta mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian (OPLAH). Dengan adanya kepengurusan yang resmi, penyaluran bantuan sarana produksi pertanian dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.